Rabu, 15 Maret 2023

Menggali Potensi Kerja Sama Ekonomi Internasional Antarnegara

Halo, Sobat Pelajar! Seperti yang Sobat ketahui, sedang ramai perbincangan di media sosial mengenai Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang resmi mengumumkan adanya pelarangan ekspor mineral mentah berupa bijih bauksit pada Juni 2023. Sejatinya pelarangan ekspor bijih bauksit itu sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba). Dengan wacana di atas, Sobat pasti tahu kita akan membahas materi apa. "Disintegrasi ya, min?" Salah dong. Kita akan membahas mengenai kerja sama ekonomi internasional. Nah, Sobat tahu nggak sih apa itu kerja sama ekonomi internasional? Nah, begini Sobat. Kerja sama ekonomi internasional adalah hubungan saling membantu dan mendukung di bidang ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lainnya untuk memperlancar proses pembangunan di negara masing-masing. Kerja sama ekonomi internasional akan dapat terwujud dengan baik dan harmonis apabila negara-negara yang bekerja sama mempunyai hubungan yang baik. Oleh karena itu, kerja sama ekonomi internasional harus dilaksanakan dengan prinsip keadilan dan saling menguntungkan, tidak diperkenankan adanya penindasan dari negara yang satu terhadap negara yang lainnya. Paham sampai sini, Sobat?

"Terus tujuan dari kerja sama ekonomi internasional itu apa, min?" Nah, pada dasarnya suatu negara bekerja sama dengan negara lain untuk memperoleh keuntungan di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, dan keamanan. Adapaun secara rinci dan ringkas, tujuan dari pelaksanaan kerja sama ekonomi internasional antara lain:

  1. Membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi,
  2. Menggali dan mengembangkan potensi suatu negara yang belum dimanfaatkan,
  3. Memenuhi kebutuhan dalam negeri yang tidak dapat dihasilkan di dalam negeri,
  4. Membebaskan bangsa-bangsa di dunia dari kemiskinan dan kelatarbelakangan khususnya di bidang ekonomi,
  5. Memajukan perdagangan antarnegara sehingga menjadi lebih dinamis dan lebih lancar sehingga dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi,
  6. Khusus untuk Indonesia tujuan dan sasaran kerja sama ekonomi internasional ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, mencerdaskan kehidupan bangsa, melindungi bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta ikut mewujudkan perdamaian dunia.
Untuk kerja sama ekonomi internasional ini banyak sekali macamnya, kita akan membahas dari berbagai sudut pandang. Yang pertama, berdasarkan letak geografisnya. Ada yang namanya kerja sama ekonomi regional, apa sih kerja sama ekonomi regional? Kerja sama ekonomi regional yaitu kerja sama ekonomi antarnegara yang berada dalam satu kawasan/wilayah tertentu, misalnya: (1) ASEAN (Association of South East Asia Nation) untuk kawasan/wilayah Asia Tenggara yang beranggotakan sepuluh negara yaitu, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja, (2) MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) di kawasan Eropa tentunya, dan (3) APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) yaitu berupa forum kerja sama ekonomi di kawasan Asia dan Pasifik. "Banyak banget, min." Eitsss tunggu dulu, masih banyak lagi. Kalau tadi itu kerja sama ekonomi regional, selanjutnya ada kerja sama ekonomi antarregional. Kerja sama ekonomi antarregional yaitu kerja sama antarnegara dalam satu wilayah lainnya. Bentuk kerja sama seperti ini dapat disebut juga kerja sama antarwilayah tertentu, misalnya MEE bekerja sama dengan ASEAN. Paham? Terakhir ada kerja sama ekonomi internasional yang akan kita pelajari lebih mendalam. Coba sebutkan kelembagaan internasional! "Aku tahu yang pertama ada WTO, PBB, dan IMF." Betul, Sobat.

Nah, berikutnya ada yang berdasarkan jumlah negara peserta. Ada yang namanya kerja sama ekonomi bilateral, kerja sama ekonomi bilateral merupakan kerja sama yang terjadi antara dua negara. misalnya Indonesia dengan Jepang, Inggris dengan Malaysia, dan Indonesia dengan Malaysia. Oh iya, Sobat. Sedang ramai juga lho diperbincangkan oleh masyarakat luas mengenai kerja sama antara Indonesia dengan Jepang. Jepang membangun ribuan pabrik otomotif di wilayah Indonesia. Menurut Pendapat Sobat bagaimana? "Bagus sih, min. Hal tersebut berupaya untuk mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia, karena Jepang telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia." Pintar banget sih, Sobat. Selain kerja sama ekonomi bilateral, ada juga yang namanya kerja sama ekonomi multilateral. Kerja sama ekonomi multilateral merupakan kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lainnya yang berjumlah lebih dari dua negara, misalnya ada APEC, OPEC, dan ASEAN. 

Selanjutnya ada yang berdasarkan bidang kerja sama. Nah, dalam sudut pandang ini akan dibahas secara lengkap mengenai kerja sama ekonomi internasional yang ada di dunia, Sobat bisa siapin cemilan hehe.
  1. Kerja Sama di Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Organisasi yang bergerak di bidang ekonomi, sosial, dan budaya contohnya adalah ASEAN (Association of South East Asia Nation). ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Pada saat itu, jumlah negara anggota ASEAN yang ikut menandatangani Deklarasi Bangkok baru lima negara yang diwakili oleh menteri luar negeri masing-masing negara, yaitu Adam Malik (Indonesia), Tun Abdul Razak (Malaysia), Thanat Khoman (Thailand), S. Rajaratnam (Singapura), dan Narsisco Ramos (Filipina). Saat ini, jumlah anggota ASEAN ada sepuluh negara, yaitu lima negara pendiri yang tercantum di atas dan lima negara lainnya adalah Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Kamboja. "Tujuan dari berdirinya ASEAN apa, min?" Tujuan didirikannya ASEAN itu untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya di Asia Tenggara. Dan tujuan lainnya ditujukan untuk mewujudkan terciptanya perdamaian dan kestabilan di kawasan Asia Tenggara. Paham, Sobat?
  2. Kerja Sama Produsen. Kerja sama produsen yaitu kerja sama antarnegara yang memproduksi barang tertentu seperti organisasi negara-negara pengekspor minyak atau OPEC (Organization Petroleum Exporting Countries). OPEC didirikan pada tahun 1960 di Caracas, Venezuela oleh lima negara pendiri, yaitu Saudi Arabia, Kuwait, Iran, Iraq, dan Venezuela. OPEC sekarang beranggotakan sebelas negara termasuk lima negara pendiri tersebut. Negara-negara lainnya ialah Lybia, Nigeria, Aljazair, Gabon, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Tujuan didirikannya OPEC ialah ditujukan untuk menjaga kestabilan harga minyak di pasar internasional, menghindari persaingan di antara anggota OPEC, dan mengusahakan agar kebutuhan minyak dunia terpenuhi.
  3. Kerja Sama di Bidang Keuangan. Salah satunya ialah Bank Dunia (World Bank), cikal bakal lahirnya bank dunia adalah organisasi yang diberi nama IBRD (International Bank for Reconstuction and Development). IBRD pada mulanya bertujuan untuk membantu pendanaan pembangunan kembali negara-negara yang rusak akibat perang atau bencana alam. Dalam perkembangan selanjutnya, tugas dan fungsi IBRD memberikan bantuan kepada setiap negara terutama negara-negara berkembang untuk meningkatkan kemajuan di bidang sosial dan ekonomi. Di samping tugas dan fungsi tersebut, IBRD juga memberikan kredit kepada negara anggotanya dengan memberikan jaminan atas kredit yang diberikan pihak lain.
  4. Kerja Sama di Bidang Perdagangan. Salah satu organisasi dalam bidang perdagangan ialah NAFTA. NAFTA (North American Free Trade Area) atau bisa terbilang kawasan perdagangan bebas di Amerika Utara. NAFTA dibentuk pada tanggal 12 Agustus 1992, yang beranggotakan Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. NAFTA mulai aktif pada awal tahun 1994. Tujuan didirikannya NAFTA ialah ditujukan untuk peningkatan kegiatan ekonomi di antara negara anggota, menetapkan standar produk atas barang-barang yang diperdagangkan, melindungi konsumen dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup, serta ditujukan untuk pengalihan impor dan produksi di antara sesama anggota. Selain itu, NAFTA juga bertujuan menghapus hambatan perdagangan, menciptakan persaingan yang wajar serta meningkatkan kesempatan investasi antarnegara anggota dan merupakan dasar untuk kerja sama regional dan multilateral di masa mendatang.
  5. Kerja Sama di Bidang Perburuhan. International Labour Organization (ILO) adalah organisasi buruh sedunia. ILO memiliki tugas dan tujuan untuk memperbaiki syarat dan kondisi kerja, mengatur standar upah internasional, hak dan kewajiban buruh, serta meningkatkan kesejahteraan buruh.
  6. Kerja Sama Memberi Bantuan Ekonomi. Salah satu contohnya ialah FAO (Food Agriculture Organization) yaitu organisasi pangan dan pertanian seluruh dunia. Tugas dan tujuan utama FAO adalah meningkatkan persediaan bahan pangan dan produk pertanian baik dari segi kuantitas (jumlah) dan kualitas (mutu).
"Min, banyak banget aku jadi pusing deh." Hey, ini baru beberapa saja contoh organisasi dunia di bidang ekonomi masih terdapat belasan hingga puluhan organisasi lainnya. Sobat sekalian harus mencari tahu lebih banyak lagi ya! Oh iya, dengan adanya perkembangan yang sangat pesat pada ekonomi dunia, pastinya ada globalisasi ekonomi. Apa sih globalisasi ekonomi? Globalisasi ekonomi adalah sebuh proses atau keadaan ekonomi yang mengalami perubahan dimana kegiatan perekonomian lebih terbuka tanpa mengenal batas wilayah baik antardaerah, maupun antarnegara. Perubahan tersebut terjadi dalam seluruh aspek ekonomi yang saat ini ditandai dengan:
  1. Berkembangnya inovasi teknologi informasi, perdagangan, dan reformasi politik yang berakibat global.
  2. Transnasionalisasi keuangan dan produksi yang ditandai semakin luasnya operasi lembaga keuangan dan penggunaan komponen dari berbagai macam negara serta meluasnya kebebasan investasi dan perdagangan internasional.
  3. Perubahan situasi politik di Eropa Timur dan RRT.
Sobat, materi kita sampai di sini. Tapi ada beberapa persoalan yang bisa Sobat jawab di kolom komentar. Ada suatu pertanyaan, kenapa suatu negara membutuhkan pertolongan dari negara lain padahal negara tersebut sudah terpenuhi dalam segala aspek? Yuk kita sama-sama diskusi di kolom komentar. Sampai jumpa di pembelajaran berikutnya, Sobat. Terima kasih, Sobat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Falling Through the Cracks: How Indonesia’s Structural Economic Shift Redefines Modern Poverty

  Figure1.1. An impressive 5.61% economic growth at the start of 2026 looks like a huge economic success for a known agricultural country, b...